Sabtu, 01 November 2014

Saraf Simpatik dan Saraf Parasimpatik




TUGAS FISIKA







1.  Saraf Simpatik
Saraf simpatik adalah saraf yang berpangkal pada sumsum tulang belakang (medula spinalis) di daerah dada dan pinggang. Saraf simpatik merupakan bagian dari sistem saraf otonom yang cenderung bertindak berlawanan terhadap sistem saraf parasimpatik dan umumnya berfungsi untuk memacu dan mempercepat kerja organ-organ tubuh, seperti mempercepat detak jantung dan menyebabkan kontraksi pembuluh darah. Sistem ini mengatur fungsi kelenjar keringat dan merangsang sekresi glukosa dalam hati. Sistem saraf simpatik diaktifkan terutama dalam kondisi stres. Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang.
Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.
  1. Mempercepat denyut jantung
  2. Mempersempit diameter pembuluh darah
  3. Memperlambat proses pencernaan
  4. Memperkecil bronkus
  5. Menurunkan tekanan darah
  6. Memperlambat gerak peristaltis
  7. Memperlebar pupil
  8. Menghambat sekresi empedu
  9. Menurunkan sekresi ludah
  10. Meningkatkan sekresi adrenalin.
2.  Saraf Parasimpatik
Saraf parasimpatik adalah saraf yang berpangkal pada sumsum lanjutan (medula oblongata) dan dari sakrum yang merupakan saraf pre-ganglion dan post-ganglion.  Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Fungsi saraf parasimpatik umumnya memperlambat kerja organ-organ tubuh. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring- jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik.
Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung. Berikut adalah fungsi dari sistem saraf parasimpatik.
  1. Menghambat denyut jantung
  2. Memperlebar diameter pembuluh darah
  3. Mempercepat proses pencernaan
  4. Memperlebar bronkus
  5. Menaikkan tekanan darah
  6. Mempercepat gerak peristaltis
  7. Mempersempit pupil
  8. Mempercepat sekresi empedu
  9. Menaikkan sekresi ludah
  10. Meninurunkan sekresi adrenalin.
Saraf simpatik dan parasimpatik adalah bagian dari sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.
*    Perbedaan Saraf Simpatik dan Parasimpatik
Perbedaan antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek,sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.
Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis). Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus vagus" bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum sambung.
Pada saraf simpatik dan saraf parasimpatik terdapat penghubung antara sistem saraf pusat dan efektor, yang dinamakan ganglion. Ganglion saraf simpatik berada dekat sumsum tulang belakang. Serabut praganglion saraf simpatik berukuran pendek, sementara serabut pasca ganglionnya berukuran panjang. Sebaliknya, saraf parasimpatik memiliki serabut praganglion yang berukuran panjang dan serabut pascaganglion yang pendek.
Dilihat dari ganglionnya
  1. Simpatik: Ganglion saraf simpatik berada dekat sumsum tulang belakang. Serabut praganglion saraf simpatik berukuran pendek, sementara serabut pascaganglionnya berukuran panjang.
  2. Parasimpatik: Saraf parasimpatik memiliki serabut praganglion yang berukuran panjang dan serabut pascaganglion yang pendek. ganglia neuron parasimpatik terletak di dekat atau di dalam organ target.
Dilihat dari dari cara kerjanya :
  1. Simpatik merangsang kerja organ
  2. Parasimpatik menghambat kerja organ
*    Persamaan Saraf Simpatik dan Parasimpatik
Peranan utama  komponen  simpatik  dan  parasimpatik sistem saraf otonom  pada divisi motoris dalam mengatur fungsi  tubuh bagian  internal. Pada saraf simpatik dan saraf parasimpatik terdapat penghubung antara sistem saraf pusat dan efektor, yang dinamakan ganglion.
3.     Rangkaian Transien
Fenomena peralihan dalam rangkaian listrik (electrical transient) adalah suatu manifestasi keluaran dari keadaan perubahan mendadak di dalam rangkaian lsitrik pada saat suatu saklar (switch) membuka, menutup, atau timbulnya gangguan/ kesalahan (fault) pada system tersebut. Waktu transien umumnya sangat singkat dibandingkan dengan waktu keadaan tunak (steady state).

Induktor
Pada dasarnya sebuah kapasitor merupakan dua keping konduktor yang dipisahkan oleh suatu insulator (udara, hampa udara atau suatu material tertentu). Secara skematis sebuah kapasitor keping sejajar dapat digambarkan seperti pada gambar.
kapasitor keping sejajar
4.      EMG (Elektromiogram), yaitu pencatatan potensial otot biolistrik selama pergerakan otot. Ada 25-2.000 serat otot(sel), dihubungkan dengan syaraf via motor end plate.
*      Cara kerjanya adalah dengan menempatkan dua elektroda (atau sensor) di kulit pada otot yang akan dimonitor.
*      Otot-otot yang paling sering digunakan oleh praktisi biofeedback adalah frontalis (otot yang berkerut di dahi Anda), masseter (otot rahang), dan trapezium (otot-otot bahu yang kaku ketika Anda sedang stres).

*      Pemanfaatan EMG Dalam Ilmu Kesehatan
Ada banyak aplikasi untuk penggunaan EMG. EMG digunakan secara klinis untuk diagnosis masalah neurologis dan neuromuskular. Hal ini digunakan diagnosa oleh laboratorium kiprah dan oleh dokter terlatih dalam penggunaan biofeedback atau penilaian ergonomis. EMG juga digunakan dalam berbagai jenis laboratorium penelitian, termasuk mereka yang terlibat dalam biomekanik, kontrol motor, fisiologi neuromuskuler, gangguan gerak, kontrol postural, dan terapi fisik
Sinyal EMG digunakan dalam aplikasi klinis dan biomedis. EMG digunakan sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi penyakit neuromuskuler, menilai nyeri punggung bawah, kinesiologi, dan gangguan kontrol motor. sinyal EMG juga digunakan sebagai sinyal kontrol untuk perangkat palsu seperti buatan tangan, lengan, dan tungkai bawah.
5.      ENG (elektroneurogram), tujuan: untuk mengetahui keadaan lingkungan, untuk mengetahui kecepatan konduksi syaraf motoris dan sensosris, untuk menentukan penderita miastenia gravis
6.      ERG (Elektroretionogram), suatu pencatatan bentuk kompleks potensial biolistrik yang ada pada retina mata yang di kerjakan melalui rangsangan cahaya pada retina.
7.      EOG (Elektrookulogram), suatu pengukuran/pencatatan berbagai potensial pada kornea-retina sebagai akibat perubahan posisi dan gerakan mata.
8.      EGG (Elektrogastrogram), merupakan EMG yang berkaitan gerakan peristaltic traktus gastrointestinalis.
9.      EEG (Elektroensefalogram), yaitu pencatatan isyarat listrik otot, digunakan untuk mencatat isyarat listrik pada otak.
10.  EKG (Elektrokardiogram), merupakan pencatatan isyarat biolistrik jantung, di lakukan pada permukaan kulit.

11.  Simpul atrioventrikular (disingkat AV node)

adalah bagian dari sistem kontrol listrik jantung yang mengkoordinasikan bagian atas jantung. Ini elektrik menghubungkan atrium dan ventrikel ruang. The AV node suatu area dari jaringan khusus antara atrium dan ventrikel jantung, khususnya di wilayah posteroinferior septum interatrial dekat pembukaan sinus koroner, yang melaksanakan impuls listrik normal dari atrium ke ventrikel. The AV node cukup kompak (~ 1 x 3 x 5 mm). Hal ini terletak di pusat Koch Segitiga-segitiga tertutup oleh selebaran septum dari katup trikuspid, sinus koroner, dan bagian membraneous dari septum interatrial.
Pasokan darah dari AV node adalah melalui arteri nodal AV. Asal usul arteri ini adalah yang paling umum (sekitar 90% dari hati) cabang dari arteri koroner kanan, dengan sisanya berasal dari arteri sirkumfleksa kiri.Hal ini terkait dengan dominasi sirkulasi arteri koroner. Pada individu yang benar-dominan suplai darah dari arteri koroner kanan sementara di kiri individu yang dominan berasal dari arteri sirkumfleksa kiri.

BMP (protein morphogenetic tulang) sel sinyal memainkan peran kunci dalam beragam aspek diferensiasi jantung dan morfogenesis. (BMP) adalah molekul sinyal multifungsi penting untuk pengembangan simpul AV. BMP mempengaruhi pengembangan AV node melalui reseptor Alk3 (Activin reseptor-seperti kinase 3). Kelainan terlihat di BMP dan Alk3 berhubungan dengan beberapa penyakit kardiovaskuler seperti anomali Ebstein dan penyakit konduksi AV

Kontraksi miosit ( sel otot jantung ) membutuhkan depolarisasi dan repolarisasi membran sel mereka . Gerakan ion melintasi membran sel menyebabkan peristiwa ini . Sistem konduksi jantung ( nodus AV dan bagian dari itu ) koordinat kegiatan mekanis miosit . Gelombang eksitasi menyebar keluar dari simpul sinoatrial melalui atrium di sepanjang saluran konduksi khusus . Ini mengaktifkan simpul AV . Simpul atrioventrikular menunda impuls sekitar 0.12s . Penundaan ini dalam nadi jantung sangat penting : . Ini memastikan bahwa atrium telah dikeluarkan darahnya ke dalam ventrikel terlebih dahulu sebelum kontrak ventrikel           

Ini juga melindungi ventrikel dari respons suku berlebihan cepat untuk aritmia atrium ( lihat di bawah )
    .

AV konduksi selama irama jantung yang normal terjadi melalui dua jalur yang berbeda
:
    pertama " jalur " memiliki kecepatan konduksi lambat tapi periode refrakter pendek
    kedua " jalur " memiliki kecepatan konduksi lebih cepat tetapi periode refrakter lebih lama .

Sifat penting yang unik untuk node AV adalah konduksi decremental , di mana lebih sering node dirangsang semakin lambat melakukan . Ini adalah milik node AV yang mencegah konduksi cepat ke ventrikel dalam kasus irama atrium cepat, seperti fibrilasi atrium atau atrial flutter
.

Laju pembakaran AV node yang normal intrinsik tanpa stimulasi ( seperti yang dari SA node) adalah 40-60 kali / menit .

 
EKG                                                   EMG
   →EOG



Daftar Pustaka
·         http://rizkyagung.com/rangkaian-transien/
·         http://milarahayu.student.esaunggul.ac.id/author/mila-rahayu/
·         http://ariretno.student.esaunggul.ac.id/2012/12/22/contoh-peristiwa-fisika-didalam-tubuh-manusia-materi-biolistrik/
·         http://en.wikipedia.org/wiki/Atrioventricular_node













Ø Epikardium
Terdiri dari jaringan ikat dan emak.Perikardium visceral menghubungkan longgar dengan pericardium parietal dan erat dengan miokardium,lapisan tengah jaringan di dalam jangtung.
manusia memili empat ruang di jantung mereka :ventrikel kanan dan kiri di bawah dua kuadran jantung,dan atrium kanan dan kiri di atas dua kuadran jantung.atrium menerima darah dari tubuh dan menyebarkan nya ke tubuh melalui katub atrioventriular.ventrikel menerima darah dari atrium dan memompa keluar ke dalam tubuh.
Ø  Endokarium
Adalah lapisan terdalam dari jaringan jantung yang melapisi rongga dan katub jantung.miokardium terdiri dari otot jantung dan duduk antara epikardium dan endokardium.miokardium bertanggung jawab atas kontraksi jantung,yang terjadi secara spontan,atau tanpa rangsangan dari system saraf.endokardium adalah lapisan bagian dalam jantung yang menghubungkan dengan miokardium dan garis atrium dan vebtrikel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar