Sabtu, 04 Maret 2023

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

 

A.    Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

1.      Pengertian

SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kanker payudara pada wanita. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan cermin dan dilakukan oleh wanita yang berumur 20 tahun. Indikasi utama SADARI adalah untuk mendeteksi terjadinya kanker payudara dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan sisi kanan, apakah ada benjolan, perubahan warna kulit, puttting berisisik dan pengeluaran cairan atau nanah dan darah (Olfah dkk, 2013).

 

SADARI (Periksa Payudara Sendiri) merupakan usaha untuk mengetahui kanker payudara pada stadium yang lebih dini (down staging). Diperlukan pelatihan yang baik dan evaluasi yang reguler. SADARI direkomendasikan dilakukan setiap bulan, 7 hari setelah menstruasi bersih (Manuaba, 2010).

 

Pemeriksaan payuadara sendiri (SADARI) adalah pengembangan kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri. Tindakan ini dilengkapi dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal penyakit kanker payudara. Kegiatan ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh semua wanita tanpa perlu merasa malu kepada pemeriksa, tidak membutuhkan biaya, dan bagi wanita yang sibuk hanya perlu menyediakan waktunya selama kurang lebih lima menit. Tidak diperlukan waktu khusus, cukup dilakukan saat mandi atau pada saat sedang berbaring. SADARI sebaiknya mulai dilakukan saat seorang wanita telah mengalami menstruasi (Nisman, 2011).

 

Sebaiknya jangan tunggu ada benjolan di payudara karena jika hal itu sudah terjadi, maka kemungkinan menderita kanker payudara stadium 1 lebih besar. Pemeriksaan melalui ultrasonografi dan mamografi harus dilakukan secara berkala. Untuk wanita yang berusia 50 tahun ke atas, disarankan setiap bulan. Sementara yang berumur di bawah itu, bisa tiga tahun sekali. Meski begitu, jika ada benjolan, yang terdeteksi kanker payudara dari lima wanita yang merasa ada benjolan paling hanya satu (Olfah dkk, 2013).

 

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan payudara sendiri untuk dapat menemukan adanya benjolan abnormal. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke petugas kesehatan dan tanpa harus mengeluarkan biaya. American Cancer Society dalam proyek skrening kanker payudara menganjurkan pemeriksaan SADARI walaupun tidak dijumpai keluhan apapun. Dengan melakukan deteksi dini dapat menekan angka kematian sebesar 25-30%. Dalam melakukan deteksi dini seperti SADARI diperlukan minat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup serta menjaga kualitas hidup untuk lebih baik. SADARI optimum dilakukan pada sekitar 7 hari setelah awal siklus menstruasi karena pada masa itu retensi cairan minimal dan payudara dalam keadaan lembut, tidak keras, membengkak sehingga jika ada benjolan akan lebih mudah ditemukan (Mulyani, 2013).

 

2.      Tujuan SADARI

Tujuan dari SADARI yaitu mendeteksi ketidak normalan atau perubahan yang terjadi pada payudara. Menurut Nisman (2011) SADARI dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

a.       SADARI hanya mendeteksi secara dini kanker payudara, bukan untuk mencegah kanker payudara. Dengan adanya deteksi dini maka kanker payudara dapat terdeteksi pada stadium awal sehingga pengobatan dini akan memperpanjang harapan hidup penderita kanker payudara.

b.      Menurunkan angka kematian penderita karena kanker yang ditemukan pada stadium awal akan memberikan harapan hidup lebih lama.

3.      Waktu untuk Melakukan SADARI

SADARI perlu dilakukan ketika seorang wanita telah mencapai masa pubertas dan mulai mengalami perkembangan pada payudaranya. Hal ini bertujuan agar wanita bisa mendeteksi dan mengenali perubahan dalam tubuh sejak dari masa menstruasi pertama (Rasjidi, 2009). Menurut Pamungkas (2011) waktu terbaik bagi wanita untuk memeriksa sendiri payudaranya adalah ketika payudara tidaklah begitu lunak atau membengkak.

 

SADARI dilakukan oleh setiap wanita yang telah memiliki siklus mentruasi dan wanita yang telah mengahiri siklus menstruasi (menopause). SADARI dilakukan setiap 1 bulan sekali selama lebih kurang 5-10 menit antara hari kelima dan ke ketujuh dari siklus mentruasi dengan menghitung hari pertama mentruasi sebagai hari pertama. SADARI dapat juga langsung dilakukan apabila dicurigai adanya kelainan pada payudara (Suryaningsih, 2009).

 

4.      Cara Melakukan SADARI

Menurut Pamungkas (2011) dalam bukunya yang berjudul “Deteksi Dini Kanker Payudara”, menjelaskan cara melakukan SADARI adalah sebagai berikut :

a.       Berdiri di depan cermin agar dapat melihat payudara secara jelas. Perhatikan perubahan ukuran payudara kanan dan kiri (simetris atau tidak), puting susu misalnya tertarik kedalam atau keluarnya cairan dari puting susu, pertahatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.

Gambar 2.1 Melihat perubahan dihadapan cermin

Description: C:\Users\Yonas\Documents\1. a.PNG

Sumber: Handayani (2013)

 

b.      Masih berdiri didepan cermin, sambil kedua tangan di belakang kepala, periksalah apakah ada kelainan berupa retraksi, pembengkakan, atau kemerahan di semua bagian kedua payudara.

Gambar 2.2 Kedua telapak tangan di belakang kepala

Description: C:\Users\Yonas\Documents\2.PNG

Sumber: Handayani (2013)

c.       Ulangi dengan kedua tangan diletakkkan pada pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu dan siku kearah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.

 

Gambar 2.3 Kedua tangan diletakkan pada pinggang

Description: C:\Users\Yonas\Documents\3.PNG

Sumber: Handayani (2013)

 

d.      Angkat lengan kiri dan turunkan lengan kanan. Dengan menggunakan tiga jari tangan kanan (telunjuk, tengah, manis), telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar di sekeliling payudara, mulai dari tepi payudara ke arah puting susu. Tekan perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan.

 

Gambar 2.4 Memeriksa payudara dengan menelusuri

Description: C:\Users\Yonas\Documents\4.PNG

Sumber: Handayani (2013)

e.       Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu (cairan bening, seperti susu, berwarna kuning, atau bercampur darah). Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.

 

Gambar 2.5 Pemeriksaan cairan pada puting susu

Description: C:\Users\Yonas\Documents\5.PNG

Sumber: Handayani (2013)

f.        Ulangi pemeriksaan secara palpasi dengan posisi berbaring.

Gambar 2.6 Pemeriksaan payudara dengan posisi bebaring

Description: C:\Users\Yonas\Documents\6.PNG

Sumber: Handayani (2013)

 

5.      Masalah Yang Ditemukan Saat Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

Menurut Olfah dkk (2013) menyatakan apabila anda tidak melakukan Skrining dan deteksi dini dengan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan 5-7 hari setelah menstruasi akan medapatkan temuan masalah kanker payudara atau kelainan yang terjadi di payudara seperti memiliki sejumlah tanda yang harus diwaspadai yang menunjukkan suatu ketidaknormalan pada payudara. Hal-hal berikut ini dapat menandakan adanya kanker payudara tanda-tanda khusus kanker payudara sebagai berikut:

a.       Terdapat benjolan kecil pada jaringan disekeliling payudara biasanya tanpa rasa sakit walaupun 25% kanker dihubungkan dengan suatu rasa tidak nyaman.

b.      Perubahan tekstur atau rasa seperti perubahan warna kulit dan terdapat kerutan-kerutan pada kulit payudara.

c.       Rasa tidak nyaman atau kesadaran rutin terhadap salah satu payudara.

d.      Suatu perubahan pada puting susu atau pengeluaran spontan dari puting susu (jarang-jarang).

e.       Terjadi pembengkakan, benjolan yang keras, padat, tidak sakit, jika ditekan tidak bergerak pada tempatnya, dan hanya teraba pada salah satu payudara.

f.        Terjadi perlukaan seperti keluar darah atau nanah dari puting susu.

g.      Timbul rasa nyeri.

h.      Terjadi pembengkakan di daerah ketiak atau puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan tertarik ke dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar