A.
Pemeriksaan
Payudara Sendiri (SADARI)
1. Pengertian
SADARI
adalah
pemeriksaan payudara sendiri yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
kanker payudara pada wanita. Pemeriksaan ini dilakukan dengan
menggunakan cermin dan dilakukan oleh wanita yang berumur 20 tahun. Indikasi
utama SADARI adalah untuk mendeteksi terjadinya kanker payudara dengan
mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan sisi kanan, apakah ada benjolan,
perubahan warna kulit, puttting berisisik
dan pengeluaran cairan atau nanah dan darah (Olfah dkk, 2013).
SADARI
(Periksa Payudara Sendiri) merupakan usaha untuk mengetahui kanker payudara
pada stadium yang lebih dini (down
staging). Diperlukan pelatihan
yang baik dan evaluasi yang reguler. SADARI direkomendasikan dilakukan setiap
bulan, 7 hari setelah menstruasi bersih (Manuaba, 2010).
Pemeriksaan
payuadara sendiri (SADARI) adalah pengembangan kepedulian seorang wanita
terhadap kondisi payudaranya sendiri. Tindakan ini dilengkapi dengan
langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal penyakit kanker payudara.
Kegiatan ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh semua wanita tanpa perlu
merasa malu kepada pemeriksa, tidak membutuhkan biaya, dan bagi wanita yang
sibuk hanya perlu menyediakan waktunya
selama kurang lebih lima menit. Tidak diperlukan waktu khusus, cukup dilakukan
saat mandi atau pada saat sedang berbaring. SADARI sebaiknya mulai dilakukan
saat seorang wanita telah mengalami menstruasi (Nisman, 2011).
Sebaiknya
jangan tunggu ada benjolan di payudara karena jika hal itu sudah terjadi, maka
kemungkinan menderita kanker payudara stadium 1 lebih besar. Pemeriksaan
melalui ultrasonografi dan mamografi harus dilakukan secara berkala. Untuk
wanita yang berusia 50 tahun ke atas, disarankan setiap bulan. Sementara yang
berumur di bawah itu, bisa tiga tahun sekali. Meski begitu, jika ada benjolan,
yang terdeteksi kanker payudara dari lima wanita yang merasa ada benjolan
paling hanya satu (Olfah dkk, 2013).
Pemeriksaan
payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan payudara sendiri untuk dapat
menemukan adanya benjolan abnormal. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sendiri
tanpa harus pergi ke petugas kesehatan dan tanpa harus mengeluarkan biaya. American Cancer Society dalam proyek
skrening kanker payudara menganjurkan pemeriksaan SADARI walaupun tidak
dijumpai keluhan apapun. Dengan melakukan deteksi dini dapat menekan angka
kematian sebesar 25-30%. Dalam melakukan deteksi dini seperti SADARI diperlukan
minat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup
serta menjaga kualitas hidup untuk lebih baik. SADARI optimum dilakukan pada sekitar
7 hari
setelah awal siklus menstruasi karena pada masa itu retensi cairan minimal dan
payudara dalam keadaan lembut, tidak keras, membengkak sehingga jika ada benjolan akan lebih mudah
ditemukan (Mulyani, 2013).
2. Tujuan
SADARI
Tujuan
dari SADARI yaitu mendeteksi ketidak normalan
atau perubahan yang terjadi pada payudara. Menurut Nisman (2011) SADARI
dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:
a. SADARI
hanya mendeteksi secara dini kanker payudara, bukan untuk mencegah kanker
payudara. Dengan adanya deteksi dini maka kanker payudara dapat terdeteksi pada
stadium awal sehingga pengobatan dini akan memperpanjang harapan hidup
penderita kanker payudara.
b. Menurunkan
angka kematian penderita karena kanker yang ditemukan pada stadium awal akan
memberikan harapan hidup
lebih lama.
3. Waktu
untuk Melakukan SADARI
SADARI
perlu dilakukan ketika seorang wanita telah mencapai masa pubertas dan mulai
mengalami perkembangan pada payudaranya. Hal ini bertujuan agar wanita bisa
mendeteksi dan mengenali perubahan dalam tubuh sejak dari masa menstruasi
pertama (Rasjidi, 2009). Menurut Pamungkas (2011) waktu terbaik bagi wanita
untuk memeriksa sendiri payudaranya adalah ketika payudara tidaklah begitu
lunak atau membengkak.
SADARI
dilakukan oleh setiap wanita yang telah memiliki siklus mentruasi dan wanita
yang telah mengahiri siklus menstruasi (menopause). SADARI dilakukan setiap 1
bulan sekali selama lebih kurang 5-10 menit antara hari kelima dan ke ketujuh dari siklus mentruasi
dengan menghitung hari pertama mentruasi sebagai hari pertama. SADARI dapat
juga langsung dilakukan apabila dicurigai adanya kelainan pada payudara
(Suryaningsih, 2009).
4. Cara
Melakukan SADARI
Menurut
Pamungkas (2011) dalam bukunya yang berjudul “Deteksi Dini Kanker Payudara”,
menjelaskan cara melakukan SADARI adalah sebagai berikut :
a. Berdiri
di depan cermin agar dapat melihat payudara secara jelas. Perhatikan perubahan
ukuran payudara kanan dan kiri (simetris atau tidak), puting susu misalnya
tertarik kedalam atau keluarnya cairan dari puting susu, pertahatikan apakah
kulit pada puting susu berkerut.
Gambar 2.1 Melihat perubahan dihadapan
cermin

Sumber:
Handayani (2013)
b. Masih
berdiri didepan cermin, sambil kedua tangan di belakang kepala, periksalah
apakah ada kelainan berupa retraksi, pembengkakan, atau kemerahan di semua
bagian kedua payudara.
Gambar 2.2 Kedua telapak tangan di
belakang kepala

Sumber:
Handayani (2013)
c. Ulangi
dengan kedua tangan diletakkkan pada pinggang dan badan agak condong ke arah
cermin, tekan bahu dan siku kearah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan
kontur payudara.
Gambar
2.3 Kedua tangan diletakkan pada pinggang

Sumber:
Handayani (2013)
d. Angkat
lengan kiri dan turunkan lengan kanan. Dengan menggunakan tiga jari tangan
kanan (telunjuk, tengah, manis), telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari
tangan secara memutar di sekeliling payudara, mulai dari tepi payudara ke arah
puting susu. Tekan perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit.
Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan.
Gambar 2.4 Memeriksa payudara dengan
menelusuri

Sumber:
Handayani (2013)
e. Tekan
puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting
susu (cairan bening, seperti susu, berwarna kuning, atau bercampur darah).
Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.
Gambar 2.5 Pemeriksaan cairan pada puting
susu

Sumber:
Handayani (2013)
f.
Ulangi pemeriksaan secara palpasi
dengan posisi berbaring.
Gambar 2.6 Pemeriksaan payudara dengan
posisi bebaring

Sumber:
Handayani (2013)
5. Masalah
Yang Ditemukan Saat Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Menurut
Olfah dkk (2013) menyatakan apabila anda tidak melakukan Skrining dan deteksi
dini dengan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan 5-7 hari setelah
menstruasi akan medapatkan temuan masalah kanker payudara atau kelainan yang
terjadi di payudara seperti memiliki sejumlah tanda yang harus diwaspadai yang
menunjukkan suatu ketidaknormalan pada payudara.
Hal-hal berikut ini dapat menandakan adanya kanker payudara tanda-tanda khusus
kanker payudara sebagai berikut:
a. Terdapat
benjolan kecil pada jaringan disekeliling payudara biasanya tanpa rasa sakit
walaupun 25% kanker dihubungkan dengan suatu rasa tidak nyaman.
b. Perubahan
tekstur atau rasa seperti perubahan warna kulit dan terdapat kerutan-kerutan
pada kulit payudara.
c. Rasa
tidak nyaman atau kesadaran rutin terhadap salah satu payudara.
d. Suatu
perubahan pada puting susu atau pengeluaran spontan dari puting susu (jarang-jarang).
e. Terjadi
pembengkakan, benjolan yang keras, padat, tidak sakit, jika ditekan tidak
bergerak pada tempatnya, dan hanya teraba pada salah satu payudara.
f.
Terjadi perlukaan seperti
keluar darah atau nanah dari puting susu.
g. Timbul
rasa nyeri.
h. Terjadi
pembengkakan di daerah ketiak atau puting susu seperti gatal, terasa terbakar,
dan tertarik ke dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar